PANJALU, Inovasi Pemanfaatan Bentonit Turunkan Emisi Karbon Limbah Cair

Limbah cair berupa ampas cair yang jika dibuang sembarangan akan menimbulkan pencemaran lingkungan, termasuk industri kertas yang dalam proses pembuatan kertasnya juga menghasilkan limbah. Karena proses pembuatan kertas, hanya 30% yang dihasilkan, sehingga sisanya muncul sebagai sampah.

Limbah yang dihasilkan oleh pabrik kertas ini sangat beragam, yaitu limbah cair, partikulat, padat dan gas. Untuk mengatasi hal tersebut dapat diatasi dengan cara menyerap air, biasanya bahan yang digunakan adalah karbon aktif dari serbuk arang karbon kayu.

Tingkat keasaman (pH) air juga berubah akibat limbah industri. Tidak ketinggalan bau dan warna airnya juga tidak netral. Selain itu, adanya logam atau bakteri dalam beberapa air limbah.

Pada penelitian ini, kami mencoba membandingkan serbuk karbon arang kayu dengan tanah liat aktif sehingga menjadi serbuk tanah liat aktif untuk mengolah limbah cair berwarna dan berbau.

Tanah liat aktif dapat digunakan untuk mengurangi kontaminasi warna dan bau pada air. Selain itu, tanah liat mudah dan banyak ditemukan di daerah Kediri.

Hal yang mendasari pemecahan masalah yang terjadi adalah (1) untuk mengetahui apakah serbuk lempung aktif dapat digunakan sebagai bahan penyerap pada limbah cair industri kertas, (2) untuk mengetahui pengaruh pemberian serbuk lempung aktif terhadap perubahan bau, warna dan keasaman (pH). pada limbah cair kertas, dan (3) untuk mengetahui pengaruh pemberian serbuk lempung aktif terhadap perubahan kadar karbon non logam (C) dan logam berat merkuri (Hg) dan jumlah bakteri pada limbah cair kertas.

Leave a Comment